Mahasiswa Desak Bupati dan DPRD Kerinci Bedah KLB-Berkeadilan
Sigerindo, Kerinci – Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi, yang berjumlah lebih kurng 40 orang melakukan Demo Damai kekantor DPRD Kerinci, diruang Medis RSU Ujung Ladang, Kecamatan Gunung Kerinci, Siulak Deras, Kamis 22 September 2022 mereka mendesak Bupati Kerinci DR.H Adirozl, MSi, bersama DPRD Kerinci membedah visi dan misi, Bupati Kerinci membangun KERINCI LEBIH BAIK BERKEADILAN (KLB-BERKEADILAN).
Mereka menilai, ‘’gagal’’ tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan DR.H.Adirozal, MSi, dihadapan Gubernur, masyarakat Kerinci dan Jambi, tahun 2018 silam dikediaman dinas Gubernur Jambi.
Bukti fisik dilapangan secara riil, infrastruktur pembangunan Kerinci terkini sampai September 2022, banyak yang amburadul Jalan Kabupaten, hancur bak kubangan Kerbau, membentuk danau-danau kecil, dan Jalan Keladang tidak dibangun?
Dan dua RSU yang dibangun di Desa Ujung Ladang dan Bukit Kerman, Kecamatan Bukit Kerman belum selesai. Dan Pesantren yang katanya megah juga belum rampung.
Sedangkan sisa masa jabatan Bupati, hanya tinggal satu setengah tahun, apa iya mampu dituntaskan? Inilah yang menjadi pertanyaan crusial bagi masyarakat Kerinci yang berpenduduk lebih kurang 250 ribu jiwa itu. Visi dan Misi KLB Berkeadilan, tak lebih hanya enak didengar, ‘’(Iluk jee,…nyo)’’ dalam bahasa Kerinci.
Perlu diketahui secara mendalam oleh aparat, masyarakat Kerinci, tidak ada kebencian pribadi terhadap, ‘’adirozal’’ yang mereka tuntut janji Adirozal-Ami Taher, saat mencalon tempo hari pada Pilkada serentak tahun 2018 silam.
Penyampai janji politik Adirozal-Ami Taher, ‘’menggebu-gebu, begitu mereka terpilih dan dilantik akan melaksanakan pembangunan Kerinci Lebih Baik Berkeadilan (KLB Berkeadilan). Pertanyaan yang menggayut diotak masyarakat Kerinci, ‘’mana yang lebih baik, dan mana yang berkeadilan.’’
Atas dasar kondisi riil itulah, PMII Kerinci mendesak Bupati Adirozal dan Ketua DPRD Kerinci Edminuddin dan anggotanya duduk bersama membahas/ membedah visi dan misi yang dijanjikan itu. Bukan ketidak sukaan secara Pribadi.
Pada hari demo damai itu, PMII tidak bisa bertemu langsung Bupati, karena berada diluar daerah Kerinci, maka mereka ‘’berjanji akan lancarkan aksi demo kembali ke DPRD Kerinci! Kata Kiki Saputra Kurniawan, Ketua PMII Kerinci itu.
Kiki, mengatakan mereka menyampaikan mosi tidak percaya dengan Bupati Kerinci Adirozal, karena tidak sesuai dengan janjinya.
Jika tidak bisa duduk bersama dengan Bupati dan Ketua DPRD Kerinci dan jajarannya, kami akan kembali mengadakan aksi demo dalam waktu dekat, dalam jumlah yang lebih besar, tegasnya.
Kami mau dengar langsung dari pak Adirozal, apanya yang slah, dalam melaksanakan visi dan misinya, kenyataannya tidak sesuai saat penjabarannya, dengan kondisi yang terjadi saat ini, jelasnya.
Dilanjutkan Kiki, selama ini aksi demo yang berlangsung, kami tidak bisa menyampaikan secara langsung dengan Pak Bupati Adirozal. Hampir selalu setiap demo dinyatakan Bupati tidak berada ditempat. Dan tidak bisa menyempatkan diri menyambut dan bertemu langsung mahasiswa. Ada apa…?
Dengan alasan sibuk, berada diluar daerah seperti yang terjadi hari ini, (Kamis/22-9/-2022), tandasnya.
Kiki, juga menegaskan DPRD Kerinci sebagai Wakil Rakyat (Jelmaan rakyat) patut diduga sangat lemah dalam melakukan pengawasan pembangunan, terhadap janji Adirozal dengan visi dan misi KLB Berkeadilan.
Sementara itu, Edminuddin menyikapi tudingan mahasiswa tentang lemahnya kinerja pengawasan DPRD Kerinci, Ia menjawab sah-sah saja, adik-adik maha siswa menuding seperti itu, karena mereka masih muda-muda emosinya tinggi, buka mata kata Edminuddin mengherdik kepada Wartawan media ini.
Dari data yang dihimpun Media BEO.CO.ID, Dari sumber resmi Humas Pemda Kerinci, diperoleh 10 Program Unggulan, Bupati Kerinci untuk mewujudkan Kerinci Lebih Baik Berkeadilan.
Berdasarkan dokumen tersebut, Bupati DR. H Adirozal, MSi dan Wakil Bupati Kerinci Ir. Ami Taher, yang baru dilantik diakhir tahun 2018 silam tepatnya (Hari Senin) menyampaikan visi dan misi Bupati Kerinci masa jabatan 2019-2024 dihadapan Gubernur Jambi, Pimpinan dan anggota DPRD Kerinci, Forkopimda, OPD, Camat, Kades serta seluruh undangan lainnya.
Adirozal, dalam penyampaiannya tidk seperti biasanya, Ia berlaku seperti menyampaikan Kuliah Umum, Ia mengatakan dalam pemaparannya, terdapat Lima VISI Bupati dan Wabup periode 2019-2024, ‘’Pertama pemantapan pemerataan Pembangunan Infrastruktur yang terintegritas antar sector.
Kedua, meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
Ketiga meningkatkan pendapatan dan daya saing daerah berbasis Pertanian, Industri dan Parawisata.
Keempat, meningkatkan pengelolaan ligkungan hidup dan pembangunan komoditi lokal berbasis tata ruang.
Dan terakhir, menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan serta beriontasi pelayanan Publk.
Untukmewujudkan visi dan misi dalam lima tahun kedepan, (2019-2024), kami akan mengutamakan program strategis dengan mencanangkan 10 Program Unggulan yakni :
1000 Beasiswa Kerinci Cerdas.
Mencetak Lapangan Kerja.
Jalan Keladang.
Pemekaran Kerinci Hilir.
Kesehatan Berkualitas.
Mengembangkan 1 kecamatan 1 Desa Wisata.
Pemberdayaan Desa.
Pesantren penghafl Al-Qur’an
Pertanian Semakin Maju
Nikah Gratis.
Program Visi lima tahun sangat bagus dengan dukungan 10 program unggulan, namun realissnya dipertanyakan masyarakat, mana hasil pembangunan infrastruktur yang lebih baik sesuai program yang dicanangkan itu?
Jalan kabupaten / desa berkubang dimana-mana, jalan Keladang belum maksimal dibangun, jikapun ada sangat minim.
Kesehatan berkualitas. Masyarakat Kerinci, mengatakan tak bisa dibantah masih memilih berobat ke Kota Padang, Sumatera Barat.
Jangankan mendapat berobat (kesehatan berkualitas) Dokter Spesialisnya tidak cukup, bangunan fisik RSU Ujung Ladang belum selesai dan RSU Bukit Kerman, ternyata keduanya bak istilah ‘’masih jauh panggang dari apinya.’’
Pesantren belum selesai, 1000 beasiswa Kerinci Cerdas, sudah sejauh mana pencapaiannnya. Pemberdayaan Desa, nah bagaimana bentuk dan hasil pemberdayaan desa, apa yang dilakukan, sejumlah masyarakat msih banyak miskin dan miskin kian meningkat dipedesaan.
Pertanian semakin maju?. Untung saja masyarakat Kerinci dari ratusan tahun silam (dari nenek moyang mereka), pekerja keras, (Pagawe) bahsa Kerincinya. Jika tidak Kerinci terancam kelaparan.
Masyrakat Kerinci, yang berladang dan bersawah peninggalan secara mayoritas dari nenek moyang mereka.
Yang dikatakan berhasil dari pembinaan Pemkab Kerinci, jauh dari harapan seperti Kelompok Tani, yang digerakkan Dinas Pertanian, hanya kelompok tertentu yang mayoritas mendapat bantuan, nepotisme (kekeluargaan). Dan pendukung utama, kemenangan Adirozal yang banyak dapat.
Analisis selanjutnya, Pemekaran Kerinci Hilir, hanya semata janji politik, tak lebih dari itu. Dan terlambat diurus oleh Adirozal, hanya menyatakan dukungan diatas kertas, realisasinya tidak sampai tuntas saat ini.
Mencetak lapangan kerja? Mana lapangan kerja yang telah disediakan Bupati Adirozal secara jelas nyata dan fakta, bukan diatas kertas (teori)?.
Jalan Keladang, perladangan yang dilakukan oleh masyarakat Kerinci sangat luas dari batas dengan Sumatera Barat di Literwe Kecamatan Gunung Tujuh sampai ke Kecamatan Merangin sampai perbatasan dengan Kabupaten Merangin Bangko, lebih kurang 125 km belum terlihat jalan desa yang memenuhi syarat sesuai kebutuhan masyarkat Kerinci.
Seharusnya Bupati Kerinci, setiap tahun sejak dilantik awal 2019 silam, berani menjelaskan pada masyarakat Kerinci dengan hasil evaluasi yang jujur dan factual, berapa yang sudah dibangun, sedang dibangun dan belum dibangun sama sekali?. Karena masyarakat menagih janji terhadap visi dan misinya membangun Kerinci Lebih Baik Berkeadilan.
Inilah, yang digugat kalangan mahasiswa terutama PMII, (Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia) Kerinci. Maka mereka mendesak bupti melalui dewan Kerinci sebagai wakil rakyat untuk duduk bersama membedah
visi dan misi, apanya yang salah?.
Apanya, pengawsan dewan yang lemah?: Sebenarnya pengawsan dewan tidak harus lemah, karena jelas peran dan fungsi dewan, dengan tugas tugas utmanya, dan dilindungan UU dan peraturan berlaku, sebagai wakil rakyat. Pertama Penganggaran, Legeslasi dan Pengawasan.
Menyetujui penganggaran, di Leges (disahkan) lalu sangat melakukan tugas pengawsan, dan hak menyampaikan pandangan dalam rapat-rapat kerja dewan di jamin kebebasannya, sesuai tata tertib dewan. Namun, jika ada oknum Dewan Kerinci, diduga terlibat ‘’bermain proyek, atau bagi-bagi proyek, memang pengawasan akan sulit berjalan sebagaimana mestinya?’’
Dan daftar oknum DPRD Kerinci, yang diduga dapat pasilitas proyek, ada pada organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing, dan telah dikantongi Bupati Kerinci, secara riil (fakta), ‘’kapan macam-macam’’ oknum anggota dewan kasusnya tinggal diberikan pada aparat penegak hukum, cerita sumber kompeten media ini dari Dinas PUPR Kerinci, Dinas/ Bappeda Kerinci, Dinas Pendidikan Kerinci dan para pekerjaan
Ketua Organisasi Harus Berwawasan Luas Kedepannya
Organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi Kepemudaan (OKP), Forum, dan Organisasi Partai Politik dan sejumlah organisasi lainnya secara kelembagaan Ketua/ Pimpinan dan Pengurusnya harus berwawasan kedepannya, guna mendukung jalannya pembangunan disuatu daerah, Kabupaten, Kota dan Propinsi seluruh Indonesia, untuk kemakmuran masyarkat.
Ormas, OKP, Forum dan Partai Politik, terus tumbuh dan berkembang ditanah air kita ini, contoh terkini di Kerinci dan sejumlah daerah lainnya dalam Propinsi Jambi, Bengkulu dan tetangga dekat lainnya.
Tercatat di Kerinci, dalam bulan September 2022 ini berdiri sebuah FORUM: WARTAWAN DAN LSM TIGO LUHAH TANAH SEKUDUNG KERINCI, dengan pengurus barunya dan ALIANSI WARTAWAN KERINCI MUDIK, dua forum beranggotakan wartawan-wartawan ‘’berbakat, peduli dengan informasi yang berkembang’’ bagian tak terpisahkan dari salah satu ‘’corong masyarakat Kerinci’’ sebagai tempat menitipkan pesan memperjuangkan Demokrasi dan informasi (Kebebasan), berpendapat tertulis dan lisan didepan umum.
Mungkin esok atau lusa akan berdiri forum-forum Wartwn lainnya, misalnya Aliansi/ Forum Wartawan Kerinci Tengah dan Forum Wartawan Kerinci Hilir, dengan harapan tetap memperjuangkan ‘’kebesan berpendapat, tertulis dan lisan didepan umum, secara damai dan demokratis’’ Independen dan professional.
Dengan harapan semua pihak siap menerima hasilnya secara demokratis dan tidak neko-neko? Karena ini forum Wartawan dalam penyampaian informasi, dijamin kebebasannya berdasarkan UU No.40 tahun 1999 tentang Pers, yang dilengkapi dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) Wartawan Indonesia, sebagai pedoman (etika kerja) para Jurnalist.
Dan sekaligus sebagai Forum, untuk memperjuangkan ‘’hak-hak masyarakat, yang berdaulat memberi dan menerima informasi, setara dimata publik’’ dan sekaligus ‘’berani mengkrtisi jalannya sistem pemerintahan otonomi yang demokratis, dalam membangun kepentingan masyarakat Kerinci, siapapun Bupati/ Kepala Daerah dan walikota Sungai Penuh yang memimpin Kerinci dan Kota kedepannya?.
Organisasi/Forum berani menyampaikan pendapat, jujur, professional menyampaikan kritik pedas sekalipun pada Pemerintah daerah Kabupaten dan Kota, yang merupakan satu kesatuan dalam wadah besar Suku Bangsa Kerinci, untuk membangun diri kedepannya, dimulai dari sektor Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, dan tidak bermaksud mengabaikan sektor lainnya?.
Kenapa harus dimulai dari tiga sektor tersebut?. Jawabannya mungkin beragam pendapat dari elemen warga masyarakat, mulai dari masyarakat awam, akedemisi, bisnismen, para Petani, Pedagang, dewan perwakilan rakyat yang terhormat, TNI/ Polri dan Pemkab Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Ekonomi yang baik untuk memenuhi hajat hidup bagi setiap orang (nyawa), menjalankan kehidupannya untuk setiap waktu, minimal bisa makan tiga kali sehari atau sesuai kebiasaan dan kebutuhan raga (fisiknya).
Kedua sektor Kesehatan, setiap manusia butuh hidup sehat. Guna menggerakkan tubuh secara fisik untuk bekerja mencari kehidupan, dimulai dari seteguk air, sesuap nasi. Karena hanya di dalam tubuh dan jiwa yang sehat akan terdapat pemikiran yang sehat, untuk melahirkan ide, gagasan dan program dalam mencapai tujuan bersama, adil, sejahtera dan makmur. Sejahtera dan makmur berkeadilan, adil dalam kemakmuran.
Ini adalah bagian dari tugas kita semua untuk program pembangunan, sebagaimana sedang dilaksanakan Bupati/ Kepala Daerah Kabupaten Kerinci, DR.H. Adirozal, MSi, ‘’MEMBANGUN KERINCI LEBIH BAIK BERKEADILAN.’’
Maka kita semua, apa lagi secara organisasi melalui Partai Politik, Ormas, OKP dan Forum Organisasi dan organisasi Profesi seperti, Jurnalist, Advokat, Sosial dan Keagamaan. Harus berwawasan kedepannya untuk mendukung percepatan gerakkan ekonomi, kesehatan dan pendidikan.
Dalam pelaksanaan Pembangunan Daerah Kabupaten/ Kota dan Propinsi secara organisasi Masyarakat dan Masyarakat Forum Wartawan dan LSM Tigo Luhah Tanah Sekudung, Kerinci dan Aliansi Wartawan Kerinci Mudik. Harus menjadi bagian tak terpisahkan dalam mendukung percepatan pembangunan pro dan memberimanfaat bagi masyarakat sebagai tujuan akhir pembangunan.
Karena perannya harus ada keberanian menyampaikan saran, pendapat, masukkan dan Kritik pedas sekalipun kepada Bupati/ Kepala Daerah, Walikota dan Gubernur, untuk memperbaiki jika terdapat kejanggalan/ketimpangan dalam pembangunan demi kepentingan dan kemaslahatan masyarakatnya.
Dan ‘’jangan sekali-kali, menjadi alat penguasa mencari pembenaran itu sendiri, seharusnya yang dikedepankan kebenaran, sekalipun pahit,’’
Makanya para pimpinan/ ketua dan pengurus Forum harus berwawasan luas kedepannya dan cerdas mengmbil sikap mendukung proses pembangunan seperti yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, (Adirozal-Ami Taher) atau dipopulerkan tempo hari dengan sebutan ‘’Adzan’’
Dan membangun Kerinci Lebih Baik Berkeadilan (KLB Berkeadilan), dengan harapan masyarakat Ekonomi, Kesehatan dan Pendidikan masyarakat Kerinci meningkat kesejahteraannya dan makmur.
Untuk mencapai harapan tersebut harus kita akui tidak mudah, bak membalikkan telapak tangan, tanpa kerja keras dan membangun kebersamaan.
Namun dengan membangun kebersamaan, dan meminjam istilah ‘’berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, insyaallah akan bisa dicapai, dengan dasar berpijak diatas kejujuran dan kebenaran, bekerja keras, creative dan inopative.
Jika dari kerja keras itu, mendapatkan hasil ‘’jangan sekali-kali, menjadi Mansur, istilah kren terkini makan surang’’ jika ini terjadi-terjadi, awal dari keruntuhan. Apa lagi melupakan kaum miskin, miskin dipedesaan dan miskin perkotaan.
Maka peran organisasi, yang berdasarkan Panca Sila, UUD 1945, dan UU terkait lainnya dalam melaksanakan pembangunan dan pengawasannya harus dilaksanakan dengan dukungan dan pengawasannya secara berani dan professional, dengan dasar jujur dan bertanggungjawab, untuk menghasilkan Ekonomi, Kesehatan dan Pendidikkan, dengan tidak mengabaikan sector lainnya.
Maka bantuan kita semua, baik pemikiran, tenaga, kritik sekalipun pedas, kepada Pemdakab Kerinci dan Kota Sungai Penuh, dalam mengelola keuangan daerah, pengucuran dana alokasi khususu (DAK) dan melaksanakan pembangunan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat bisa terus ditingkatkan, siapapun pemimpin yang akan menjadi orang nomor satu / menjabat bupati – kepala daerah/ walikota yang memimpin kedepannya.
Peran dan fungsi dewan perwakilan rakyat dalam organisasi Legislatif sangat penting pelaksanaannya secara riil, nyata dengan melibatkan semua elemen organisasi/ forum dan masyarakat luas. Dengan berjalannya pengawasan yang baik dari dewan yang terhormat itu, dan pengawasan dari lembaga non pemerintah, organisasi/ forum dan pengawsan dari aktivis masalah Sosial kemanusiaan, kita berharap KLB Berkeadilan menjadi kenyataan ditengah masyarkat.
Mereka menilai, ‘’gagal’’ tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan DR.H.Adirozal, MSi, dihadapan Gubernur, masyarakat Kerinci dan Jambi, tahun 2018 silam dikediaman dinas Gubernur Jambi.
Bukti fisik dilapangan secara riil, infrastruktur pembangunan Kerinci terkini sampai September 2022, banyak yang amburadul Jalan Kabupaten, hancur bak kubangan Kerbau, membentuk danau-danau kecil, dan Jalan Keladang tidak dibangun?
Dan dua RSU yang dibangun di Desa Ujung Ladang dan Bukit Kerman, Kecamatan Bukit Kerman belum selesai. Dan Pesantren yang katanya megah juga belum rampung.
Sedangkan sisa masa jabatan Bupati, hanya tinggal satu setengah tahun, apa iya mampu dituntaskan? Inilah yang menjadi pertanyaan crusial bagi masyarakat Kerinci yang berpenduduk lebih kurang 250 ribu jiwa itu. Visi dan Misi KLB Berkeadilan, tak lebih hanya enak didengar, ‘’(Iluk jee,…nyo)’’ dalam bahasa Kerinci.
Perlu diketahui secara mendalam oleh aparat, masyarakat Kerinci, tidak ada kebencian pribadi terhadap, ‘’adirozal’’ yang mereka tuntut janji Adirozal-Ami Taher, saat mencalon tempo hari pada Pilkada serentak tahun 2018 silam.
Penyampai janji politik Adirozal-Ami Taher, ‘’menggebu-gebu, begitu mereka terpilih dan dilantik akan melaksanakan pembangunan Kerinci Lebih Baik Berkeadilan (KLB Berkeadilan). Pertanyaan yang menggayut diotak masyarakat Kerinci, ‘’mana yang lebih baik, dan mana yang berkeadilan.’’
Atas dasar kondisi riil itulah, PMII Kerinci mendesak Bupati Adirozal dan Ketua DPRD Kerinci Edminuddin dan anggotanya duduk bersama membahas/ membedah visi dan misi yang dijanjikan itu. Bukan ketidak sukaan secara Pribadi.
Pada hari demo damai itu, PMII tidak bisa bertemu langsung Bupati, karena berada diluar daerah Kerinci, maka mereka ‘’berjanji akan lancarkan aksi demo kembali ke DPRD Kerinci! Kata Kiki Saputra Kurniawan, Ketua PMII Kerinci itu.
Kiki, mengatakan mereka menyampaikan mosi tidak percaya dengan Bupati Kerinci Adirozal, karena tidak sesuai dengan janjinya.
Jika tidak bisa duduk bersama dengan Bupati dan Ketua DPRD Kerinci dan jajarannya, kami akan kembali mengadakan aksi demo dalam waktu dekat, dalam jumlah yang lebih besar, tegasnya.
Kami mau dengar langsung dari pak Adirozal, apanya yang slah, dalam melaksanakan visi dan misinya, kenyataannya tidak sesuai saat penjabarannya, dengan kondisi yang terjadi saat ini, jelasnya.
Dilanjutkan Kiki, selama ini aksi demo yang berlangsung, kami tidak bisa menyampaikan secara langsung dengan Pak Bupati Adirozal. Hampir selalu setiap demo dinyatakan Bupati tidak berada ditempat. Dan tidak bisa menyempatkan diri menyambut dan bertemu langsung mahasiswa. Ada apa…?
Dengan alasan sibuk, berada diluar daerah seperti yang terjadi hari ini, (Kamis/22-9/-2022), tandasnya.
Kiki, juga menegaskan DPRD Kerinci sebagai Wakil Rakyat (Jelmaan rakyat) patut diduga sangat lemah dalam melakukan pengawasan pembangunan, terhadap janji Adirozal dengan visi dan misi KLB Berkeadilan.
Sementara itu, Edminuddin menyikapi tudingan mahasiswa tentang lemahnya kinerja pengawasan DPRD Kerinci, Ia menjawab sah-sah saja, adik-adik maha siswa menuding seperti itu, karena mereka masih muda-muda emosinya tinggi, buka mata kata Edminuddin mengherdik kepada Wartawan media ini.
Dari data yang dihimpun Media BEO.CO.ID, Dari sumber resmi Humas Pemda Kerinci, diperoleh 10 Program Unggulan, Bupati Kerinci untuk mewujudkan Kerinci Lebih Baik Berkeadilan.
Berdasarkan dokumen tersebut, Bupati DR. H Adirozal, MSi dan Wakil Bupati Kerinci Ir. Ami Taher, yang baru dilantik diakhir tahun 2018 silam tepatnya (Hari Senin) menyampaikan visi dan misi Bupati Kerinci masa jabatan 2019-2024 dihadapan Gubernur Jambi, Pimpinan dan anggota DPRD Kerinci, Forkopimda, OPD, Camat, Kades serta seluruh undangan lainnya.
Adirozal, dalam penyampaiannya tidk seperti biasanya, Ia berlaku seperti menyampaikan Kuliah Umum, Ia mengatakan dalam pemaparannya, terdapat Lima VISI Bupati dan Wabup periode 2019-2024, ‘’Pertama pemantapan pemerataan Pembangunan Infrastruktur yang terintegritas antar sector.
Kedua, meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
Ketiga meningkatkan pendapatan dan daya saing daerah berbasis Pertanian, Industri dan Parawisata.
Keempat, meningkatkan pengelolaan ligkungan hidup dan pembangunan komoditi lokal berbasis tata ruang.
Dan terakhir, menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan serta beriontasi pelayanan Publk.
Untukmewujudkan visi dan misi dalam lima tahun kedepan, (2019-2024), kami akan mengutamakan program strategis dengan mencanangkan 10 Program Unggulan yakni :
1000 Beasiswa Kerinci Cerdas.
Mencetak Lapangan Kerja.
Jalan Keladang.
Pemekaran Kerinci Hilir.
Kesehatan Berkualitas.
Mengembangkan 1 kecamatan 1 Desa Wisata.
Pemberdayaan Desa.
Pesantren penghafl Al-Qur’an
Pertanian Semakin Maju
Nikah Gratis.
Program Visi lima tahun sangat bagus dengan dukungan 10 program unggulan, namun realissnya dipertanyakan masyarakat, mana hasil pembangunan infrastruktur yang lebih baik sesuai program yang dicanangkan itu?
Jalan kabupaten / desa berkubang dimana-mana, jalan Keladang belum maksimal dibangun, jikapun ada sangat minim.
Kesehatan berkualitas. Masyarakat Kerinci, mengatakan tak bisa dibantah masih memilih berobat ke Kota Padang, Sumatera Barat.
Jangankan mendapat berobat (kesehatan berkualitas) Dokter Spesialisnya tidak cukup, bangunan fisik RSU Ujung Ladang belum selesai dan RSU Bukit Kerman, ternyata keduanya bak istilah ‘’masih jauh panggang dari apinya.’’
Pesantren belum selesai, 1000 beasiswa Kerinci Cerdas, sudah sejauh mana pencapaiannnya. Pemberdayaan Desa, nah bagaimana bentuk dan hasil pemberdayaan desa, apa yang dilakukan, sejumlah masyarakat msih banyak miskin dan miskin kian meningkat dipedesaan.
Pertanian semakin maju?. Untung saja masyarakat Kerinci dari ratusan tahun silam (dari nenek moyang mereka), pekerja keras, (Pagawe) bahsa Kerincinya. Jika tidak Kerinci terancam kelaparan.
Masyrakat Kerinci, yang berladang dan bersawah peninggalan secara mayoritas dari nenek moyang mereka.
Yang dikatakan berhasil dari pembinaan Pemkab Kerinci, jauh dari harapan seperti Kelompok Tani, yang digerakkan Dinas Pertanian, hanya kelompok tertentu yang mayoritas mendapat bantuan, nepotisme (kekeluargaan). Dan pendukung utama, kemenangan Adirozal yang banyak dapat.
Analisis selanjutnya, Pemekaran Kerinci Hilir, hanya semata janji politik, tak lebih dari itu. Dan terlambat diurus oleh Adirozal, hanya menyatakan dukungan diatas kertas, realisasinya tidak sampai tuntas saat ini.
Mencetak lapangan kerja? Mana lapangan kerja yang telah disediakan Bupati Adirozal secara jelas nyata dan fakta, bukan diatas kertas (teori)?.
Jalan Keladang, perladangan yang dilakukan oleh masyarakat Kerinci sangat luas dari batas dengan Sumatera Barat di Literwe Kecamatan Gunung Tujuh sampai ke Kecamatan Merangin sampai perbatasan dengan Kabupaten Merangin Bangko, lebih kurang 125 km belum terlihat jalan desa yang memenuhi syarat sesuai kebutuhan masyarkat Kerinci.
Seharusnya Bupati Kerinci, setiap tahun sejak dilantik awal 2019 silam, berani menjelaskan pada masyarakat Kerinci dengan hasil evaluasi yang jujur dan factual, berapa yang sudah dibangun, sedang dibangun dan belum dibangun sama sekali?. Karena masyarakat menagih janji terhadap visi dan misinya membangun Kerinci Lebih Baik Berkeadilan.
Inilah, yang digugat kalangan mahasiswa terutama PMII, (Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia) Kerinci. Maka mereka mendesak bupti melalui dewan Kerinci sebagai wakil rakyat untuk duduk bersama membedah
visi dan misi, apanya yang salah?.
Apanya, pengawsan dewan yang lemah?: Sebenarnya pengawsan dewan tidak harus lemah, karena jelas peran dan fungsi dewan, dengan tugas tugas utmanya, dan dilindungan UU dan peraturan berlaku, sebagai wakil rakyat. Pertama Penganggaran, Legeslasi dan Pengawasan.
Menyetujui penganggaran, di Leges (disahkan) lalu sangat melakukan tugas pengawsan, dan hak menyampaikan pandangan dalam rapat-rapat kerja dewan di jamin kebebasannya, sesuai tata tertib dewan. Namun, jika ada oknum Dewan Kerinci, diduga terlibat ‘’bermain proyek, atau bagi-bagi proyek, memang pengawasan akan sulit berjalan sebagaimana mestinya?’’
Dan daftar oknum DPRD Kerinci, yang diduga dapat pasilitas proyek, ada pada organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing, dan telah dikantongi Bupati Kerinci, secara riil (fakta), ‘’kapan macam-macam’’ oknum anggota dewan kasusnya tinggal diberikan pada aparat penegak hukum, cerita sumber kompeten media ini dari Dinas PUPR Kerinci, Dinas/ Bappeda Kerinci, Dinas Pendidikan Kerinci dan para pekerjaan
Ketua Organisasi Harus Berwawasan Luas Kedepannya
Organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi Kepemudaan (OKP), Forum, dan Organisasi Partai Politik dan sejumlah organisasi lainnya secara kelembagaan Ketua/ Pimpinan dan Pengurusnya harus berwawasan kedepannya, guna mendukung jalannya pembangunan disuatu daerah, Kabupaten, Kota dan Propinsi seluruh Indonesia, untuk kemakmuran masyarkat.
Ormas, OKP, Forum dan Partai Politik, terus tumbuh dan berkembang ditanah air kita ini, contoh terkini di Kerinci dan sejumlah daerah lainnya dalam Propinsi Jambi, Bengkulu dan tetangga dekat lainnya.
Tercatat di Kerinci, dalam bulan September 2022 ini berdiri sebuah FORUM: WARTAWAN DAN LSM TIGO LUHAH TANAH SEKUDUNG KERINCI, dengan pengurus barunya dan ALIANSI WARTAWAN KERINCI MUDIK, dua forum beranggotakan wartawan-wartawan ‘’berbakat, peduli dengan informasi yang berkembang’’ bagian tak terpisahkan dari salah satu ‘’corong masyarakat Kerinci’’ sebagai tempat menitipkan pesan memperjuangkan Demokrasi dan informasi (Kebebasan), berpendapat tertulis dan lisan didepan umum.
Mungkin esok atau lusa akan berdiri forum-forum Wartwn lainnya, misalnya Aliansi/ Forum Wartawan Kerinci Tengah dan Forum Wartawan Kerinci Hilir, dengan harapan tetap memperjuangkan ‘’kebesan berpendapat, tertulis dan lisan didepan umum, secara damai dan demokratis’’ Independen dan professional.
Dengan harapan semua pihak siap menerima hasilnya secara demokratis dan tidak neko-neko? Karena ini forum Wartawan dalam penyampaian informasi, dijamin kebebasannya berdasarkan UU No.40 tahun 1999 tentang Pers, yang dilengkapi dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) Wartawan Indonesia, sebagai pedoman (etika kerja) para Jurnalist.
Dan sekaligus sebagai Forum, untuk memperjuangkan ‘’hak-hak masyarakat, yang berdaulat memberi dan menerima informasi, setara dimata publik’’ dan sekaligus ‘’berani mengkrtisi jalannya sistem pemerintahan otonomi yang demokratis, dalam membangun kepentingan masyarakat Kerinci, siapapun Bupati/ Kepala Daerah dan walikota Sungai Penuh yang memimpin Kerinci dan Kota kedepannya?.
Organisasi/Forum berani menyampaikan pendapat, jujur, professional menyampaikan kritik pedas sekalipun pada Pemerintah daerah Kabupaten dan Kota, yang merupakan satu kesatuan dalam wadah besar Suku Bangsa Kerinci, untuk membangun diri kedepannya, dimulai dari sektor Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, dan tidak bermaksud mengabaikan sektor lainnya?.
Kenapa harus dimulai dari tiga sektor tersebut?. Jawabannya mungkin beragam pendapat dari elemen warga masyarakat, mulai dari masyarakat awam, akedemisi, bisnismen, para Petani, Pedagang, dewan perwakilan rakyat yang terhormat, TNI/ Polri dan Pemkab Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Ekonomi yang baik untuk memenuhi hajat hidup bagi setiap orang (nyawa), menjalankan kehidupannya untuk setiap waktu, minimal bisa makan tiga kali sehari atau sesuai kebiasaan dan kebutuhan raga (fisiknya).
Kedua sektor Kesehatan, setiap manusia butuh hidup sehat. Guna menggerakkan tubuh secara fisik untuk bekerja mencari kehidupan, dimulai dari seteguk air, sesuap nasi. Karena hanya di dalam tubuh dan jiwa yang sehat akan terdapat pemikiran yang sehat, untuk melahirkan ide, gagasan dan program dalam mencapai tujuan bersama, adil, sejahtera dan makmur. Sejahtera dan makmur berkeadilan, adil dalam kemakmuran.
Ini adalah bagian dari tugas kita semua untuk program pembangunan, sebagaimana sedang dilaksanakan Bupati/ Kepala Daerah Kabupaten Kerinci, DR.H. Adirozal, MSi, ‘’MEMBANGUN KERINCI LEBIH BAIK BERKEADILAN.’’
Maka kita semua, apa lagi secara organisasi melalui Partai Politik, Ormas, OKP dan Forum Organisasi dan organisasi Profesi seperti, Jurnalist, Advokat, Sosial dan Keagamaan. Harus berwawasan kedepannya untuk mendukung percepatan gerakkan ekonomi, kesehatan dan pendidikan.
Dalam pelaksanaan Pembangunan Daerah Kabupaten/ Kota dan Propinsi secara organisasi Masyarakat dan Masyarakat Forum Wartawan dan LSM Tigo Luhah Tanah Sekudung, Kerinci dan Aliansi Wartawan Kerinci Mudik. Harus menjadi bagian tak terpisahkan dalam mendukung percepatan pembangunan pro dan memberimanfaat bagi masyarakat sebagai tujuan akhir pembangunan.
Karena perannya harus ada keberanian menyampaikan saran, pendapat, masukkan dan Kritik pedas sekalipun kepada Bupati/ Kepala Daerah, Walikota dan Gubernur, untuk memperbaiki jika terdapat kejanggalan/ketimpangan dalam pembangunan demi kepentingan dan kemaslahatan masyarakatnya.
Dan ‘’jangan sekali-kali, menjadi alat penguasa mencari pembenaran itu sendiri, seharusnya yang dikedepankan kebenaran, sekalipun pahit,’’
Makanya para pimpinan/ ketua dan pengurus Forum harus berwawasan luas kedepannya dan cerdas mengmbil sikap mendukung proses pembangunan seperti yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, (Adirozal-Ami Taher) atau dipopulerkan tempo hari dengan sebutan ‘’Adzan’’
Dan membangun Kerinci Lebih Baik Berkeadilan (KLB Berkeadilan), dengan harapan masyarakat Ekonomi, Kesehatan dan Pendidikan masyarakat Kerinci meningkat kesejahteraannya dan makmur.
Untuk mencapai harapan tersebut harus kita akui tidak mudah, bak membalikkan telapak tangan, tanpa kerja keras dan membangun kebersamaan.
Namun dengan membangun kebersamaan, dan meminjam istilah ‘’berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, insyaallah akan bisa dicapai, dengan dasar berpijak diatas kejujuran dan kebenaran, bekerja keras, creative dan inopative.
Jika dari kerja keras itu, mendapatkan hasil ‘’jangan sekali-kali, menjadi Mansur, istilah kren terkini makan surang’’ jika ini terjadi-terjadi, awal dari keruntuhan. Apa lagi melupakan kaum miskin, miskin dipedesaan dan miskin perkotaan.
Maka peran organisasi, yang berdasarkan Panca Sila, UUD 1945, dan UU terkait lainnya dalam melaksanakan pembangunan dan pengawasannya harus dilaksanakan dengan dukungan dan pengawasannya secara berani dan professional, dengan dasar jujur dan bertanggungjawab, untuk menghasilkan Ekonomi, Kesehatan dan Pendidikkan, dengan tidak mengabaikan sector lainnya.
Maka bantuan kita semua, baik pemikiran, tenaga, kritik sekalipun pedas, kepada Pemdakab Kerinci dan Kota Sungai Penuh, dalam mengelola keuangan daerah, pengucuran dana alokasi khususu (DAK) dan melaksanakan pembangunan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat bisa terus ditingkatkan, siapapun pemimpin yang akan menjadi orang nomor satu / menjabat bupati – kepala daerah/ walikota yang memimpin kedepannya.
Peran dan fungsi dewan perwakilan rakyat dalam organisasi Legislatif sangat penting pelaksanaannya secara riil, nyata dengan melibatkan semua elemen organisasi/ forum dan masyarakat luas. Dengan berjalannya pengawasan yang baik dari dewan yang terhormat itu, dan pengawasan dari lembaga non pemerintah, organisasi/ forum dan pengawsan dari aktivis masalah Sosial kemanusiaan, kita berharap KLB Berkeadilan menjadi kenyataan ditengah masyarkat.